The Haunting of Villa Mariposa - KUNTILANAK (Horror Story)

 

Download for bedtime listening

Title: The Haunting of Villa Mariposa – English Version

 

Once upon a moonlit night, deep in the heart of an Indonesian village, stood an old abandoned villa known as Villa Mariposa. Legend had it that the villa was cursed, haunted by the vengeful spirit of a woman known as Kuntilanak. Her tormented soul had been trapped within the villa for centuries, seeking retribution for the grave injustice done to her.

 

It was a night like any other when a group of adventurous friends decided to test their courage by venturing into the infamous Villa Mariposa. Their names were Mia, Ravi, and Dian. Armed with flashlights and trembling hearts, they cautiously made their way through the creaking front door, their footsteps echoing in the eerie silence.

As they explored the dilapidated mansion, a chilling wind whispered through the broken windows, sending shivers down their spines. Mia, a thrill-seeker, led the way, her bravery masking her growing unease. The dim light from their flashlights cast eerie shadows that danced along the decaying walls.

 

Deep within the villa's heart, they stumbled upon an old photograph. It depicted a beautiful woman, her eyes filled with sorrow. The inscription beneath read, "Kuntilanak: Forever Seeking Justice." Mia's curiosity piqued, and she couldn't resist delving deeper into the story behind the cursed villa

According to local folklore, Kuntilanak was once a young and innocent woman who fell in love with a wealthy nobleman. However, their love was forbidden, and the nobleman was forced to marry another woman from his own social class. Betrayed and heartbroken, Kuntilanak's spirit transformed into a malevolent entity, seeking revenge on any who dared enter her domain.

 

Unfazed by the cautionary tale, Ravi dismissed it as mere superstition. Dian, however, couldn't shake off the feeling of being watched. Suddenly, a mournful wail echoed through the halls, freezing them in their tracks. The friends exchanged terrified glances as they realized they had awakened the spirit of Kuntilanak.

The atmosphere grew heavier, and the temperature plummeted. Whispers filled the air, urging the friends to leave before it was too late. But it was too late. Kuntilanak had marked them as intruders, and she would not rest until she had exacted her revenge.

 

Terrifying encounters ensued as the friends desperately tried to escape Villa Mariposa. The walls seemed to close in on them, the floorboards creaking beneath their trembling feet. They became separated, each trapped in a nightmarish maze of endless corridors.

Mia found herself cornered in a room, her heart pounding in her chest. As she turned around, there, standing before her, was Kuntilanak—a spectral figure with long, flowing hair and glowing red eyes. Mia's screams pierced the air as Kuntilanak reached out for her. But at the last moment, Ravi and Dian burst into the room, armed with talismans and holy water.

 

With an unearthly shriek, Kuntilanak recoiled, vanishing into thin air. The friends hurriedly made their way back to the front door, praying for their escape. As they crossed the threshold, the villa's darkness seemed to dissipate, leaving them in the safety of the moonlit night.

Breathing a sigh of relief, the friends vowed never to venture into Villa Mariposa again. Their encounter with Kuntilanak had taught them a valuable lesson—the spirits of the past should never be disturbed, for they can unleash unimaginable horrors upon the living.

 

And so, Villa Mariposa stood in silent solitude, its cursed secrets

 forever hidden within its decaying walls. The village's residents warned future generations never to enter, ensuring that the tale of Kuntilanak and the haunted villa would continue to send shivers down their spines for years to come.

 

As for Mia, Ravi, and Dian, they carry the memory of that fateful night, forever haunted by the chilling visage of Kuntilanak, a reminder that some nightmares are all too real.

 

Indonesian Version

Judul: The Haunting of Villa Mariposa Pada suatu malam yang diterangi cahaya bulan, jauh di jantung desa Indonesia, berdiri sebuah vila tua yang ditinggalkan yang dikenal sebagai Villa Mariposa. Legenda mengatakan bahwa vila itu dikutuk, dihantui oleh arwah pendendam dari seorang wanita yang dikenal sebagai Kuntilanak. Jiwanya yang tersiksa telah terperangkap di dalam vila selama berabad-abad, mencari pembalasan atas ketidakadilan berat yang dilakukan padanya. Itu adalah malam seperti malam lainnya ketika sekelompok teman petualang memutuskan untuk menguji keberanian mereka dengan menjelajah ke Villa Mariposa yang terkenal. Nama mereka adalah Mia, Ravi, dan Dian. Berbekal senter dan hati yang gemetar, mereka dengan hati-hati melewati pintu depan yang berderit, langkah kaki mereka bergema dalam kesunyian yang mencekam. Saat mereka menjelajahi mansion bobrok itu, angin dingin berbisik melalui jendela yang pecah, membuat mereka merinding. Mia, seorang pencari sensasi, memimpin jalan, keberaniannya menutupi kegelisahannya yang semakin besar. Cahaya redup dari senter mereka menimbulkan bayangan menakutkan yang menari-nari di sepanjang dinding yang lapuk. Jauh di dalam hati vila, mereka menemukan sebuah foto lama. Itu menggambarkan seorang wanita cantik, matanya dipenuhi dengan kesedihan. Prasasti di bawahnya berbunyi, "Kuntilanak: Selamanya Mencari Keadilan." Keingintahuan Mia terusik, dan dia tidak bisa menahan diri untuk menggali lebih dalam cerita di balik vila terkutuk itu. Menurut cerita rakyat setempat, Kuntilanak dulunya adalah seorang wanita muda lugu yang jatuh cinta dengan seorang bangsawan kaya raya. Namun, cinta mereka dilarang, dan sang bangsawan terpaksa menikahi wanita lain dari kelas sosialnya sendiri. Dikhianati dan patah hati, roh Kuntilanak berubah menjadi entitas jahat, membalas dendam pada siapa pun yang berani memasuki wilayah kekuasaannya. Tidak terpengaruh oleh kisah peringatan itu, Ravi menganggapnya sebagai takhayul belaka. Namun, Dian tidak bisa menghilangkan perasaan diawasi. Tiba-tiba, ratapan sedih bergema di seluruh aula, membekukan mereka di jalurnya. Teman-teman saling pandang ketakutan saat mereka menyadari bahwa mereka telah membangkitkan semangat Kuntilanak. Atmosfer bertambah berat, dan suhu turun drastis. Bisikan memenuhi udara, mendesak teman-teman untuk pergi sebelum terlambat. Tapi sudah terlambat. Kuntilanak telah menandai mereka sebagai pengganggu, dan dia tidak akan beristirahat sampai dia membalas dendam. Pertemuan yang mengerikan terjadi ketika teman-teman itu mati-matian berusaha melarikan diri dari Villa Mariposa. Dinding tampak menutup di atas mereka, papan lantai berderak di bawah kaki mereka yang gemetaran. Mereka menjadi terpisah, masing-masing terperangkap dalam labirin mimpi buruk dari koridor tak berujung. Mia mendapati dirinya terpojok di sebuah ruangan, jantungnya berdebar kencang di dadanya. Saat dia berbalik, di sana, berdiri di depannya, adalah Kuntilanak—sosok hantu dengan rambut panjang tergerai dan mata merah menyala. Jeritan Mia menembus udara saat Kuntilanak meraihnya. Namun di saat-saat terakhir, Ravi dan Dian menerobos masuk ke dalam kamar dengan membawa jimat dan air suci. Dengan pekikan yang tidak wajar, Kuntilanak mundur, menghilang ke udara tipis. Teman-teman buru-buru berjalan kembali ke pintu depan, berdoa untuk pelarian mereka. Saat mereka melewati ambang pintu, kegelapan vila tampak menghilang, meninggalkan mereka dalam keamanan malam yang diterangi cahaya bulan. Sambil menghela napas lega, teman-teman itu bersumpah tidak akan pernah pergi ke Villa Mariposa lagi. Perjumpaan mereka dengan Kuntilanak telah memberi mereka pelajaran berharga — roh-roh masa lalu tidak boleh diganggu, karena mereka dapat melepaskan kengerian yang tak terbayangkan atas kehidupan. Maka, Villa Mariposa berdiri dalam kesunyian yang sunyi, rahasia terkutuknya selamanya tersembunyi di balik dindingnya yang membusuk. Penduduk desa memperingatkan generasi mendatang untuk tidak pernah masuk, memastikan bahwa kisah Kuntilanak dan vila berhantu akan terus membuat mereka merinding selama bertahun-tahun yang akan datang. Adapun Mia, Ravi, dan Dian, mereka membawa kenangan akan malam yang menentukan itu, selamanya dihantui oleh wajah dingin Kuntilanak, pengingat bahwa beberapa mimpi buruk terlalu nyata.

 

 

Japan Version

书名:马里波萨别墅的闹 从前一个月夜,在印度尼西亚村庄的深处,矗立着一座废弃的老别墅,被称为马里波萨别墅 传说这座别墅被诅咒,被一个名叫 Kuntilanak 的女人的复仇精神所困 几个世纪以来,她饱受折磨的灵魂一直被困在别墅里,寻求对她所受的严重不公的报复 当一群喜欢冒险的朋友决定冒险进入臭名昭著的马里波萨别墅来测试他们的勇气时,这是一个与其他任何夜晚都不一样的夜晚 们的名字是 MiaRavi Dian 们带着手电筒和颤抖的心,小心翼翼地穿过吱吱作响的前门,他们的脚步声在诡异的寂静中回荡 两人探索着破败的宅邸,破窗而入的寒风呼啸而过,吹得他们脊背发凉 娅是一个寻求刺激的人,她带路,她的勇敢掩盖了她日益增长的不安 们手电筒发出的昏暗光线在腐朽的墙壁上投下了诡异的影子 别墅的深处,他们偶然发现了一张旧照片 它描绘了一个美丽的女人,她的眼睛充满了悲伤 下面的题词是Kuntilanak:永远寻求正义 娅的好奇心被勾起,忍不住深入探究了这座被诅咒的别墅背后的故事 据当地民间传说,昆蒂拉纳克曾经是一个年轻天真的女人,她爱上了一个富有的贵族 然而,他们的爱情被禁止了,这位贵族被迫娶了另一个来自他社会阶层的女人 背叛和心碎后,昆蒂拉纳克的灵魂变成了一个恶毒的实体,对任何敢于进入她领域的人进行报复 维对这个警示故事毫不在意,将其视为纯粹的迷信 然而,黛安无法摆脱被监视的感觉 突然,一声凄厉的哀嚎响彻大厅,将他们定格在了原地 当朋友们意识到他们已经唤醒了 Kuntilanak 的精神时,他们交换了惊恐的眼神 气氛越来越凝重,温度骤降 语弥漫在空气中,敦促朋友们在为时已晚之前离开 为时已晚 Kuntilanak 已将他们标记为入侵者,她不会罢休,直到她实施报复 当朋友们拼命试图逃离马里波萨别墅时,可怕的遭遇接踵而至 墙壁似乎向他们靠近,地板在他们颤抖的脚下吱吱作响 们分开了,每个人都被困在一个由无尽走廊组成的噩梦迷宫中 娅发现自己被困在一个房间里,她的心在胸口狂跳 当她转身时,Kuntilanak 就站在她面前——一个长着飘逸的长发和闪着红光的眼睛的幽灵般的人物 Kuntilanak 向她伸出手时,米娅的尖叫声划破了空气 但就在最后一刻,拉维和迪安带着护身符和圣水冲进了房间 昆蒂拉纳克发出一声怪异的尖叫,后退了一步,消失在稀薄的空气中 朋友们急忙回到前门,祈祷他们能逃脱 过门槛,别墅内的黑暗似乎消散了,让他们置身于月夜的安全之中 朋友们松了一口气,发誓再也不会冒险进入玛丽波萨别墅了 们与 Kuntilanak 的相遇给了他们一个宝贵的教训——过去的灵魂永远不应该被打扰,因为他们可以向生释放难以想象的恐怖 因此,马里波萨别墅静静地孤零零地矗立着,它被诅咒的秘 远隐藏在它腐朽的墙壁中 村里的居民警告后代永远不要进入,确保 Kuntilanak 闹鬼的别墅的故事在未来几年继续让他们不寒而栗 至于 MiaRavi Dian,他们带着那个命运之夜的记忆,永远被 Kuntilanak 冷酷的面容所困扰,提醒人们有些噩梦太真实了

 

 

Chinesse Version

タイトル: ヴィラマリポーサの幽 むかし、月明かりの夜、インドネシアの村の中心部に、ヴィラマリポサとして知られる古い放棄された別荘が立っていた 伝説によれば、この別荘は呪われており、クンティラナクとして知られる女性の復讐心に取り憑かれています。 彼女の苦悩に満ちた魂は、彼女に行われた重大な不当行為への報復を求めて、何世紀にもわたって別荘に閉じ込められていました。 冒険好きな友人のグループが悪名高いヴィラマリポーサに足を踏み入れて勇気を試すことにしたのは、いつもと同じ夜だった 彼らの名前はミア、ラヴィ、ディアンでした。 懐中電灯を手に、震える心を持って、彼らは不気味な静寂の中に足音を響かせながら、きしむ玄関ドアを慎重に通り抜けた。 彼らが荒廃した邸宅を探索していると、割れた窓から冷たい風がささやき、背筋が震えた。 スリルを求めるミアが道を先導し、その勇気が増大する不安を隠した。 懐中電灯の薄暗い光が不気味な影を落とし、朽ち果てた壁に沿って踊った。 別荘の心の奥深くで、彼らは古い写真を見つけました。 そこには悲しみに満ちた目をした美しい女性が描かれていました。 その下の碑文には「クンティラナク:永遠に正義を求めて」と書かれていた。 ミアは好奇心がそそられ、呪われた別荘の背後にある物語を深く掘り下げずにはいられませんでした。 地元の民間伝承によると、クンティラナクはかつて若くて純真な女性で、裕福な貴族と恋に落ちました。 しかし、彼らの愛は禁じられ、貴族は同じ社会階級の別の女性との結婚を余儀なくされました。 裏切られ、傷心したクンティラナクの精神は、彼女の領域に侵入しようとする者たちへの復讐を求める悪意のある存在に変わりました。 ラヴィは警告的な話に動じることなく、それを単なる迷信として一蹴した。 しかし、ディアンさんは監視されているという感覚を払拭できなかった。 突然、悲痛な叫び声がホールに響き渡り、彼らは足がすくみました。 友人たちはクンティラナクの精神を目覚めさせてしまったことに気づき、恐ろしい視線を交わした。 大気は重くなり、気温は急激に下がった。 ささやき声が空気を満たし、手遅れになる前に友人たちに立ち去るよう促した。 しかし、もう遅すぎました。 クンティラナクは彼らを侵入者としてマークしており、復讐を遂げるまで休むことはなかった。 友人たちが必死にヴィラマリポーサから逃げようとしたとき、恐ろしい遭遇が続いた 壁が彼らに迫ってきているように見え、震える足の下で床板が軋んでいた。 彼らはばらばらになり、それぞれが無限の廊下の悪夢のような迷路に閉じ込められました。 ミアは、自分が部屋に追い詰められ、胸が高鳴っていることに気づきました。 彼女が振り返ると、彼女の前に立っているのは、長くなびく髪と輝く赤い目を持つ幽霊のような人物、クンティラナクでした。 クンティラナクがミアに手を差し伸べると、ミアの叫び声が空気を突き刺した。 しかし最後の瞬間、ラヴィとディアンがお守りと聖水を手に部屋に乱入した。 不気味な金切り声を上げて、クンティラナクはのけぞり、空中に消えた。 友人たちは逃げられるように祈りながら、急いで玄関に戻りました。 彼らが敷居を越えると、別荘の暗闇が消え去ったように見え、彼らは月夜の安全な中に残されました。 友人たちは安堵のため息をつき、二度とヴィラマリポーサには足を踏み入れないと誓った クンティラナクとの遭遇は、彼らに貴重な教訓を与えた――過去の霊は決して邪魔されるべきではない、なぜなら彼らは生きている者たちに想像を絶する恐怖を引き起こす可能性があるからである。 そして、ヴィラマリポーサは静かな孤独の中に佇んでいた、その呪われた秘 朽ち果てた壁の中に永遠に隠されています。 村の住民は将来の世代に対し、クンティラナクと幽霊の出る別荘の物語は今後何年にもわたって背筋を震わせ続けるだろうと警告し、決して立ち入らないように警告した。 ミア、ラヴィ、ディアンに関しては、運命の夜の記憶があり、クンティラナクのぞっとするような表情に永遠に悩まされており、悪夢があまりにも現実的であることを思い出させます

Comments

Popular posts from this blog

"Skinamarink" and 9 Other Strange and Terrifying Experimental Horror Films

GENDERUWO (HORROR STORY)

Hantu Tetek (Horror Story)